Biyot's Blog

ayo maju jangan mundur !

PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI Juni 23, 2011

Filed under: PENDIDIKAN AKAN DATANG — biyot @ 4:20 pm

A. PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI

Pendidikan berbasis kompetensi adalah pendidikan yang menekankan pada kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan. Kompetensi lulusan suatu jenjang pendidikan, sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, mencakup komponen pengetahuan, keterampilan, kecakapan, kemandirian, kreatifitas, kesehatan, ahklak, ketaqwaan dan kewarganegaraan.

Dalam ketentuan umum Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 pasal 1 ayat 1 dikemukkan bahwa; ” Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarkat, bangsa dan Negara.

Dari definisi pendidikan tersebut dapat dikemukakan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia melalui proses pembelajaran dalam bentuk aktualiasasi potensi peserta didik menjadi kemampuan atau kompetensi. Kemampuan yang harus mereka miliki yaitu :

  1. Kekuatan spiritual keagamaan atau atau nilai-nilai keagamaan yang tergambar dalam kemampuan pengendalian diri dan pembentukan kepribadian yang dapat diamalkan dalam bentuk akhlak mulia, sebagai suatu aktualisasi potensi emosional (EQ).
  2. Kompetensi akademik sebagai aktualisasi potensi intelektuannya (IQ)
  3. Kompetesni motorik yang dikembangkan dari potensi motorik yang dikembangkan dari potensi indrawi atau potensi fisik.

 

Konsep Pendidikan berbasis kompetensi ini juga dijelaskan dalam Bab II pasal  3  bahwa; ”Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Menurut Hall dan Jones (1976: 29) kompetensi adalah “pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur”. Kompetensi (kemampuan) lulusan merupakan modal utama untuk bersaing di tingkat global, karena persaingan yang terjadi adalah pada kemampuan sumber daya manusia. Oleh karena. itu, penerapan pendidikan berbasis kompetensi diharapkan akan menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di tingkat global.

Paradigma pendidikan berbasis kompetensi menurut Wilson (2001); mencakup kurikulum, paedagogik, dan penilaian yang menekankan pada standar atau hasil. Kurikulum bersisi bahan ajar yang diberikan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan paedagogik yang mencakup strategi atau metode megajar. Tingkat keberhasilan belajar yang dicapai peserta didik dapat dilihat pada hasil belajar yang mencakup ujian, tugas-tugas, dan pengamatan.

Implikasi penerapan pendidikan berbasis kompetensi adalah perlunya pengembangan silabus dan sistem penilaian yang menjadikan peserta didik mampu mendemonstrasikan keterampilan sesuai dengan standar yang ditetapkan dengan mengintegrasikan life skill. Silabus adalah acuan untuk merencanakan dan melaksanakan program pembelajaran, sedangkan sistem penilaian mencakup indikator dan instrumen penilaiannya yang meliputi jenis taguhan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen. Jenis taguhan adalah sebagai bentuk ulangan dan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik, sedangkan bentuk instrumen terkait dengan jawaban yang harus dikerjakan oleh peserta didik, baik dalam bentuk tes maupun nontes.

 

B. PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK

Pembelajaran yang mendidik pada hakikatnya merupakan kegiatan pembelajaran mengembangkan potensi peserta didik. Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan aktif siswa untuk membangun makna atau pemahaman terhadap suatu obyek atau suatu peristiwa. Sedangkan kegiatan mengajar merupakan upaya kegiatan menciptakan suasana yang mendorong inisiatif, motivasi dan tanggung jawab pada siswa untuk selalu menerapkan seluruh potensi diri dalam membangun gagasan melalui kegiatan belajara sepanjang hayat.

 

Gagasan dan pengetahuan ini akan membentuk keterampilan, sikap, dan perilaku sehari-hari sehingga siswa akan berkompeten  dalam bidang yang dipalajarinya. Proses interaksi peserta didik dengan pendidik dengan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar pada kegiatan belajar mengajar disebut sebagai ”Pembelajaran”.

 

Kegiatan pembelajaran perlu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Pemberdayaan diarahkan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar.

 

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran perlu menerapkan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna. Dalam hal ini kegiatan pembelajaran mampu mengembangkan dan meningkatkan kecakapan hidup peserta didikdalam berpikir logis , kristis, kreatif mandiri, kerja sama, bertanggung jawab, solidaritas, kepemimpinan, empati, toleransi serta dalam membentuk peradaban dan martabat bangsa.

Kegiatan pembelajaran pada hakikat adalah proses pengembangan kemampuan untuk mengetahui, memahami, melakukan sesuatu, hidup dalam kebersamaan, dan mengaktualisasikan diri. Dengan demikian kegiatan pembelajaran perlu :

  1. Berpusat pada peserta didik.     
    Setiap siswa berbeda dalam minat, kemampuan, kesenangan, pengalaman, kecepatan dan gaya belajar. Siswa tertentu mudah belajar dengan mendengar ( tipe auditif), siswa lain lebih mudah dengan melihat (tipe visual), atau dengan cara melakukan kegiatan melalui gerak (tipe kinestetik). Oleh karena itu kegiatan pembelajaran, organisasai kelas, materi pembelajaran, waktu belajar, alat belajar, dan cara melakukan penilaian perlu beragam sesuai dengan  karakteristik siswa.
  2. Mengembangkan kreatifitas peserta didik.    
    Setiap siswa memiliki rasa ingin tahu dan daya imajinasi. Pembelajaran hendaknya mendorong dan menjadikan mereka bersikap pekah, kristis, mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.        

                Masukan                               Proses                                    Hasil

Pekah, kristis, mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.

Keingintahuan

Imajinasi

 

 

 

 

 

  1. Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang.       
    Siswa akan belajar dan terus belajar jika kondisi pembelajaran dibuat menyenangkan, menantang, nyaman dan jauh dari perilaku yang menyakitkan perasaan siswa. Suasana belajar yang menyenangkan sangat diperlukan karena otak tidak akan bekerja secara optimal bila perasaan dalaam keadaan tertekan. Perasaan senang biasanya akan muncul bila belajar diwujudkan dalam bentuk permainan, tugas penyelidikan atau menantang, melakukan sendiri, mencoba-coba, dan eksperimen dengan menggunakan berbagai sumber belajar yang menarik.
  2. Bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika.    
    Walaupun setiap subyek, bahan kajian atau mata pelajaran memiliki ciri khas dalam kompetensi yang dibentuk, strategi belajar atau tekhnik penilaian, tetapi pendekatan pembelajarannya hendaknya memberi keseimbangan yang proporsional dan integratif (terpadu) dalam pembentukan sikap dan nilai, etika, estetika, logika, dan estetika.
  3. Menyediakan pengalaman belajar yang beragam   
    Siswa akan belajar secara optimal jika pengalaman belajar yang disajikan adalah beragam dan dapat mengembangkan berbagai kemampuan seperti kemampuan logis matematis, bahasa, musik, kinestetik, refleksi (memikirkan ulang) dan diskusi, serta kemampuan  interpersonal. Sekolah perlu menyediakan berbagai pengalaman belajar yang memungkinkan kecerdasan itu berkembang; sehingga anak dengan berbagai kecerdasan yang berbeda dapat terlayani secara optimal.
About these ads
 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.