Biyot's Blog

ayo maju jangan mundur !

PROGRAM/RENCANA KERJA KEPALA SEKOLAH Maret 15, 2017

Filed under: PENDIDIKAN — biyot @ 3:45 pm

PROGRAM/RENCANA KERJA KEPALA SEKOLAH

( RKKS )

TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016

 

SMPN RAPPANG

DESA TAPUA, KEC. TAPANGO, KAB. POLEWALI MANDAR

DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN  POLEWALI MANDAR

PROPINSI SULAWESI BARAT

TAHUN 2015

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

Puji dan syukur kami panjatkan Kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala Rahmat dan Hidayahnya kepada kami semua, sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan Rencana Kerja Kepala Sekolah (RKKS) SMPN Rappang, Polewali Mandar untuk jangka menengah dan jangka panjang .

 

Kami semua menyadari bahwa RKKS SMPN Rappang yang kami susun masih sangat jauh dari sempurna, untuk itu dengan penuh kerendahan hati kami mengharapkan masukan, kritik maupun saran dari berbagai pihak yang berkompeten dan berkepentingan terhadap kemajuan pendidikan, khususnya di SMPN Rappang, untuk perbaikan penyusunan RKS di masa yang akan datang .

 

Tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut meluangkan waktu, tenaga atau sumbangan pemikiran-pemikirannya dalam proses penyusunan RKKS SMPN Rappang ini  .

 

Akhirnya kami berharap semoga RKS ini dapat menjadi pedoman penyelenggaraan pendidikan di SMPN Rappang untuk Tahun Pelajaran 2015/2016 dan juga untuk kurun waktu 4 (empat) tahun ke depan, sehingga Visi dan Misi SMPN Rappang dapat dicapai/di wujudkan dengan baik, semoga  .

.

 

 

Rappang,  24 Agustus 2015

Penyusun,

 

 

 

Drs. TOYIB, M. Pd

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Halaman Judul  ……………………………………………………………………………………….. … i

Halaman Pengesahan  ………………………………………………………………………………. … ii

Kata Pengantar  ………………………………………………………………………………………. … iii

Daftar Isi  …………………………………………………………………………………………………… iv

 

BAB  I  :  PENDAHULUAN  …………………………………………………………………. 1

  1. Latar Belakang dan Sejarah Berdirinya Sekolah ……………………………………. … 1
  2. Tujuan dan Manfaat RKS …………………………………………………………………… … 1
  3. Landasan Hukum ………………………………………………………………………………. … 1

 

BAB  II  :  VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH  ……………………………….. 2

  1. Visi Sekolah ……………………………………………………………………………………… … 2
  2. Misi Sekolah …………………………………………………………………………………………. 2
  3. Tujuan Sekolah ……………………………………………………………………………………… 3

 

BAB  III  :  PROGRAM KERJA KEPALA SEKOLAH  …………………………… 4

  1. Sasaran …………………………………………………………………………………………….. … 4
  2. Program ……………………………………………………………………………………………. … 5
  3. Indikator Keberhasilan  ……………………………………………………………………… … 6
  4. Kegiatan …………………………………………………………………………………………… … 7
  5. Jadwal Kegiatan ……………………………………………………………………………….. … 8
  6. Penanggung Jawab ……………………………………………………………………………. … 9

 

BAB  IV  :  PENUTUP  …………………………………………………………………………….. 13

  1. Simpulan ……………………………………………………………………. 13
  2. Kesimpulan …………………………………………………………………      13

 

 

 

 

BAB  I

PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar Belakang dan Sejarah Berdirinya SMPN Rappang

 

SMP Negeri 2 Matangnga berdiri sejak tahun Desember 2011. Sekolah ini berdiri di Desa Tapua ,Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali mandar. Sebagai Unit Sekolah Baru, kondisi sekolah saat itu sangat terbatas baik pendidik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, maupun fasilitas – fasilitas lainnya, namun dengan semangat dari dewan guru sehingga proses belajar dapat berjalan secara efktif dan efesien.

SMP Negeri 2 Matangnga rupakan salah satu SMP Negeri yang berada di Kecamatan Matangnga, menempati tanah seluas 7.707 m2.  Lokasi sekolah yang berada di pedesaan memberikan nuansa tenang karena jauh dari kebisingan kota serta sangat aman karena peran serta masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan sekolah dan masih memegang teguh semangat kekeluargaan, dan semangat gotong royong, sehingga memberikan nilai tambah tersendiri bagi keberadaan sekolah, dimana masyarakat merasa ikut memiliki.

SMP Negeri 2 Matangnga hanya didukung oleh 4 Sekolah Dasar dengan jumlah lulusan yang relatif sedikit, sehingga Tahun Pelajaran 2014/2015 hanya menerima pendaftar peserta didik baru sejumlah 41 orang.

Kondisi masyarakat lingkungan sekolah yang terletak didaerah pedesaan, boleh dikatakan masyarakat telah memiliki wawasan yang relatif memadai terhadap perkembangan kemajuan  pendidikan  di  daerah  itu. Akses menuju ke ibu kota  kecamatan kurang lebih 30 km dengan medan jalanan yang sangat sulit, Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani dan selebihnya sebagai Pedagang dan Pegawai Negeri dan karena SMP Negeri 2 Matangnga merupakan satu-satunya  SMP negeri yang berada di desa Tapua, maka masyarakat sangat mendukung untuk kemajuan sekolah ini.

Namun demikian kondisi sosial ekonomi orang tua atau wali siswa rata-rata menengah ke bawah, namun tingkat kepedulian cukup. Kondisi ekonomi yang demikian itu menimbulkan dampak bagi perkembangan pendidikan di SMP Negeri 2 Matangnga, misalnya partisipasi orang tua dalam hal pendanaan tidak ada, hal ini menyebabkan pengadaan sarana dan prasarana hanya bertumpu pada bantuan pemerintah. Dengan visi dan misi yang jelas, pelan namun pasti perkembangan pengadaan sarana dan prasaran pembelajaran dapat meningkat / bertambah meskipun secara bertahap.

Fasilitas yang dimiliki SMP Negeri 2 Matangngaantara lain ruang kelas sejumlah 5 ruang, ruang guru 1, ruang kepala sekolah 1, rumah jaga 1, rumah dinas kepala sekolah 1, WC siswa 4, WC guru 4,  lapangan olah raga yang terdiri atas lapangan bola voli, lapangan sepak takraw, lapangan tenis meja, lapangan sepak bola desa, dalam hal sarana pembelajaran SMP Negeri 2 Matangnga memiliki sarana untuk kegiatan pembelajaran IPA, IPS, Matematika, dan oleh raga. SMP Negeri 2 Matangnga telah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan pada tahun 2012 dan telah memberlakukan implemetasi Kurikulum 2013 untuk kelas VII dan VIII, yang natinya pada tahun 2015 SMP Negeri 2 Matangnga telah melaksanakan Kurikulum 2013 pada semua tingkatan kelas.

SMP Negeri 2 Matangnga memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebagai berikut, tenaga guru sejumlah 15 orang , dan tenaga tata usaha 4 orang PTT . Dari jumlah 15 guru terdiri dari 4 orang guru PNS, 11 orang guru GTT. Kondisi guru di SMP Negeri 2 Matangnga 80 % berkualifikasi ijazah S1 / Akta IV, selebihnya masih berkualifikasi ijazah S1 / Akta IV.

 

  1. Tujuan dan Manfaat RKKS

 

  1. Manfaat Penyusunan RKKS

Penyusunan RKKS/RKM merupakan suatu hal yang sangat penting, karena RKKS/M dapat digunakan sebagai:

1.1.   Pedoman kerja (kerangka acuan) kepala sekolah dalam mengembangkan sekolah/madrasah;

1.2. Dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah/madrasah; serta

1.3    Bahan acuan untuk mengidentifikasi dan mengajukan sumberdaya pendidikan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah/madrasah.

 

 

 

 

  1. Tujuan Penyusunan RKKS

Tujuan utama penyusunan RKKS adalah agar kepala sekolah  dapat mengetahui secara rinci tindakan-tindakan yang harus dilakukan agar tujuan, kewajiban, dan sasaran pengembangan sekolah/madrasah dapat dicapai.

 

  1. Landasan Hukum
  2. Undang-undang No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 8 dan 48
  3. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Tentang bStandar Nasional Pendidikan dalam Pasal 49 dan 53
  4. Permendiknas No. 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan dalam Angka 4a poin 1 dan 2
  5. Kepmendiknas 129a Tahun 2004 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan dalam 3.1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB  II

VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH

 

 

  1. Visi :

 Terwujudnya Sumber Daya Manusia Yang Berakhlaq Mulia, Unggul Dalam Prestasi Akademik dan Non Akademik, Serta Berkarakter Budaya Bangsa.

Indikator :

  1. Siswa dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
  2. Siswa menunjukkan sikap dan perilaku yang didasari ajaran agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat
  3. Terlaksananya kegiatan pembelajaran yang efektif
  4. Siswa memiliki prestasi akademik pada semua mata pelajaran.
  5. Menjuarai lomba-lomba akademik, baik pada tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi
  6. Menghasilkan keluaran yang mampu berprestasi pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi
  7. Siswa menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan
  8. Siswa memiliki keterampilan hidup yang dapat dijadikan modal terjun ke masyarakat
  9. Siswa memiliki kreatifitas belajar dan memiliki bekal untuk hidup secara mandiri
    1. Misi :

Berdasar Visi tersebut, SMP Negeri 2 Matangnga menetapkan misi sebagai acuan pelaksanaan program yang akan dilaksanakan, visi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif, efesien dan kondusif
  2. Mengamalkan ajaran ajaran agama sebagai pencerminan agama dalam Berperilaku dan berbudaya.
  3. Menerapkan disiplin dalam berbagai kegiatan
  4. Mengoptimalkan pencapaian prestasi akademik dan non akademik
  5. Meningkatkan profesional guru dan pegawai dalam berbagai kegiatan.

 

  1. Tujuan

Tujuan yang akan Dicapai SMPN Rappang meliputi :

  1. Tujuan Jangka Pendek :
  2. Prosentase kenaikan kelas pada tahun ajaran 2014/2015 adalah 95 %
  1. Kreteria Ketuntasan Minimal sebesar 65 untuk semua mata pelajaran
  2. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berjalan secara sfektif dan efesien
  3. 100 % siswa mengikuti program mata pelajaran
  4. 95 % siswa memperoleh nilai lebih dari KKM di buku laporannya
  5. Siswa yang drop out maksimal 2 %
  6. Tenaga Pendidik dan kependidikan 80 % memiliki kualifiakasi pendidikan yang sesuai
  7. 90 % guru mengampu mata pelajaran sesuai dengan latar belakang ijazahnya
  8. Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler sesuai dengan bakat dan minat anak.
  9. Mendapatkan juara lomba kegiatan ekstrakurikuler  tingkat kecamatan pada bidang olah raga dan seni
  10. Menegakkan pelaksanaan tata tertib sekolah dan kelas.
  11. Terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih, nyaman dan kondusif untuk belajar
  12. Peningkatan kelengkapan sarana dan prasarana 20 %
  13. Terwujudnya hubungan yang harmonis dan dinamis antar warga sekolah dan

 

  1. Tujuan Jangka Panjang :
  2. Standart kelulusan ujian nasional pada tahun pelajaran, minimal rata-rata 7,0 pada semua mata pelajaran yang masuk pada ujian nasional
  3. Standart kelulusan ujian sekolah pada tahun pelajaran, minimal rata-rata   7,2 pada semua mata pelajaran yang masuk pada ujian sekolah
  4. Kreteria Ketuntasan Minimal sebesar 72 untuk semua mata pelajaran
  5. Siswa yang drop out maksimal 1 %
  6. Lulusan SMP Negeri 2 Matangnga dapat diterima di Sekolah Menengah Atas Negeri sebanyak 70 %
  7. Mendapatkan minimal juara II pada setiap Olimpiade MIPA pada tingkat Kabupaten
  8. Kegiatan ekstrakurikuler diikuti oleh semua siswa
  9. Mendapatkan juara II pada lomba-lomba olah raga dan juara III pada lomba-lomba seni, lomba Pramuka, PMR, gerak jalan pada tingkat Kabupaten
  10. Tata Tertib Sekolah 100 % diketahui siswa dan dijalankan secara maksimal
  11. Terwujudnya kehidupan sekolah yang agamis, dan berbudaya.
  12. Peningkatan kelengkapan sarana dan prasarana 50 %

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PROGRAM KERJA SEKOLAH

 

  1. SASARAN

Sasaran adalah tantangan utama yang akan dicapai sekolah/madrasah dalam waktu 4 tahun ke depan dan telah disesuaikan dengan faktor kesiapan sekolah/madrasah. Penetapan sasaran sekolah ini bertujuan untuk dijadikan panduan dalam menyusun program dan kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu tertentu guna merealisasikan alternatif pemecahan tantangan yang telah dirumuskan.

Berikut ini kami uraikan sasaran program kerja sekolah per-kategori:

  1. Kurikulum dan Pembelajaran
    1. Tersedianya dokumen KTSP seluruh mata pelajaran
    2. Guru paham tentang KTSP
    3. Guru mampu membuat silabus sekolah sesuai standar isi
    4. Guru paham dan mampu membuat PTK
    5. Meningkatnya minat baca dan pengetahuan guru
    6. Meningkatnya minat baca siswa
    7. Perpustakaan yang representatif
    8. Guru paham tentang kecakapan hidup

 

  1. Administrasi dan Manajemen Sekolah
    1. Peraturan sekolah tersedia dan terlaksana dengan baik
    2. Semua guru PNS mengikuti sertifikasi
    3. Semua guru PNS lolos sertifikasi

 

  1. Organisasi dan kelembagaan
    1. Peraturan khusus sekolah tersedia dan terlaksana dengan baik
    2. Guru dan karyawan mampu membuat program kerja

 

  1. Sarana dan Prasarana
    1. Tersedianya ruang kelas baru (RKB)
    2. Tersedianya fasilitas ruang yang baik dan lengkap
    3. Tersedianya ruang perpustakaan
    4. Sarana dan prasarana laboratorium IPA dan komputer yang lengkap
    5. Kebutuhan komputer dan printer terpenuhi
    6. Tersedianya Mushola
    7. Penyediaan air bersih
  2. Ketenagaan
    1. Tersedianya program kehumasan
    2. Guru paham tentang pola kerjasama dalam peningkatan mutu pembelajaran
    3. Terpenuhinya kebutuhan tenaga pendukung

 

  1. Pembiayaan dan pendanaan
    1. Peningkatan pembiayaan sekolah untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekolah
    2. Meningkatnya prestasi siswa dan sekolah
    3. Terjalinnya kerjasama dengan stakeholder
    4. Tersusunnya RKAS tepat waktu
    5. Adanya peningkatan honorarium TKS

 

  1. Peserta Didik
    1. Penerimaan Siswa Baru
    2. Pelaksanaaan Kegiatan Eskstrakulkuer

 

  1. Peran serta Masyarakat
    1. Keterlibatan komite sekolah kembali aktif sesuai dengan fungsinya
    2. Hubungan sekolah dengan komite sekolah lebih baik
    3. Terjalinnya kerja sama dengan lembaga masyarakat

 

  1. Lingkungan dan Budaya Sekolah
    1. Pemagaran sekolah
    2. Pembuatan taman sekolah
    3. Menanamkan kesadaran perlunya partisipasi masyarakat dan stekholder sekolah uintuik terciptanya lingkungan yang aman.

 

 

 

  1. PROGRAM

Merumuskan program adalah menggabungkan alternatif-alternatif pemecahan tantangan utama yang memiliki karakteristik yang saling mendukung, saling tergantung, atau saling berkaitan

Berikut ini kami uraikan program sekolah per-kategori:

  1. Kurikulum dan Pembelajaran
  2. Pembuatan KTSP, Silbabus dan RPP
  3. Peningkatan kompetensi guru
  4. Pengadaan / penggantian buku pelajaran
  5. Standar ideal jam mengajar
  6. Penambahan buku-buku yang menarik
  7. Penugasan studi literatur di perpustakaan

 

  1. Administrasi dan Manajemen Sekolah
  2. Sosialisasi peraturan sekolah kepada guru dan karyawan
  3. Rapat Pembinaan

 

  1. Organisasi dan kelembagaan
  2. Pembuatan usulan peraturan
  3. Pembuatan program kerja

 

  1. Sarana dan Prasarana
  2. Pembangunan Ruang Kelas Baru
  3. Pembangunan Ruang Perpustakaan
  4. Pengadaan perabot pengganti
  5. Perbaikan perabot rusak
  6. Pendataan, pembuatan, pengajuan proposal dan pengadaan sarana dan prasarana laboratorium IPA
  7. Pengajuan dan pemasangan jaringan internet dan pengawasan dalam penggunaannya.
  8. Pendataan, pengajuan, pengadaaan, dan perawatan printer dan komputer

 

  1. Ketenagaan
  2. Pembuatan program kehumasan
  3. Sosialisasi pola kerjasama
  4. Identifikasi kebutuhan tenaga pendukung

 

  1. Pembiayaan dan pendanaan
  2. Penyusunan RKAS
  3. Menjalin kerjasama dengan stakeholder
  4. Komunikasi yang intensif dengan stakeholder
  5. Kesejahteraan pegawai khususnya TKS

 

  1. Peserta Didik
  2. Pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru
  3. Pelaksanaan Kegiatan Estrakurilkuler

 

  1. Peran serta Masyarakat
  2. Sosialisasi program sekolah dan peran komite
  3. Menciptakan hubungan yang harmonis dengan komite
  4. Mengikutsertakan komite dalam menjalankan program sekolah
  5. Pertemuan dengan komite sekolah
  6. Kerjasama dengan lembaga masyarakat

 

  1. Lingkungan dan Budaya Sekolah
  2. Pembuatan taman sejkolah
  3. Menanamkan kesadaran perlunya keterlibatan masyarakat dan warga sekolah untuk terciptanya lingkungan yang aman.

 

  1. INDIKATOR KEBERHASILAN

Indikator keberhasilan program adalah ukuran yang digunakan untuk menilai apakah program yang dirumuskan berhasil atau tidak. Apabila indikator keberhasilan telah dapat dicapai, maka program dapat dikatakan berhasil; sebaliknya apabila indikator keberhasilan belum dapat dicapai, maka program dapat dikatakan belum berhasil. Indikator harus ditentukan agar program yang ditetapkan dapat diukur keberhasilannya. Indikator keberhasilan setiap program bisa berkaitan dengan proses dan dapat juga berkaitan langsung dengan hasil akhir. Indikator keberhasilan dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif, yang penting dapat diukur dan dirumuskan secara spesifik, operasional, dan dalam bentuk kalimat pernyataan.

Berikut ini kami uraikan indikator keberhasilan program sekolah per-kategori:

  1. Kurikulum dan Pembelajaran
  2. Tersedianya dokumen KTSP secara lengkap
  3. Guru mampu membuat dokumen KTSP
  4. Adanya KTSP
  5. Tersedianya silabus sekolah sesuai standar isi
  6. Tersedianya literatur tambahan
  7. Jam mengajar guru PNS maksimal 24 jam
  8. Tersedianya buku pelajaran

 

  1. Administrasi dan Manajemen Sekolah
  2. Seluruh guru berperan dalam penegakan peraturan sekolah
  3. Guru-guru PNS  lolos sertifikasi

 

  1. Organisasi dan kelembagaan
  2. Usulan peraturan terbentuk
  3. Terselesaikannya program kerja

 

  1. Sarana dan Prasarana
  2. Tersedianya ruang Kelas Baru
  3. Tersedianya ruang Perpustakaan
  4. Penggantian dan perbaikan perabot rusak
  5. Sarana dan prasarana laboratorium IPA dilengkapi
  6. Laboran terampil menggunakan lab IPA
  7. Komputer dan printer tersedia sesuai kebutuhan
  8. Tersedianya musholla
  9. Tersedianya air bersih yang memadai
  10. Ketenagaan
  11. Terbuatnya program kehumasan
  12. Terpenuhinya kebutuhan tenaga pendukung
  13. Pembiayaan dan pendanaan
  14. Jumlah siswa baru meningkat
  15. Tersusunnya RKABS tepat waktu
  16. Adanya peningkatan Kesejahteraan TKS

 

  1. Peserta Didik
  2. Terselenggarannya kegiatan PSB
  3. Terselenggaranya klegiatan Ekstrakurikuler

 

  1. Peran serta Masyarakat
  2. Komite memahami tugas dan perannya
  3. Hubungan komite dan sekolah berjalan secara sinergi
  4. Komite selalu terlibat dalam program-program yang dijalankan sekolah
  5. Adanya pertemuan rutin dengan komite

 

  1. Lingkungan dan Budaya Sekolah
    1. Pembuatan taman sekolah
    2. Menanamkan kesadaran perlunya partisipasi masyarakat dan stekjholder sekolah uintuik terciptanya lingkungan yang aman.

 

  1. KEGIATAN

Kegiatan adalah tindakan-tindakan yang akan dilakukan di dalam program. Kegiatan perlu dirumuskan dari setiap program dengan mengacu pada indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sehingga program dapat dicapai. Kegiatan bisa diambil dari alternatif pemecahan yang telah ditetapkan sebelumnya. Perumusan kegiatan dilakukan dengan cara membuat daftar kegiatan yang terkait dengan program tersebut. Kegiatan yang baik adalah yang mengarah pada pencapaian indikator keberhasilan yang telah dirumuskan, dan dapat diperkirakan biaya atau anggarannya.

Berikut ini kami uraikan daftar kegiatan sekolah per-kategori:

  1. Kurikulum dan Pembelajaran
  2. Rapat Rutin Pembinaan
  3. Pelaksanaan pembuatan KTSP, Silabus dan RPP
  4. Pengadaan buku-buku pelajaran
  5. Pengadaan literatur tambahan
  6. Penyesuaian jam mengajar

 

  1. Administrasi dan Manajemen Sekolah
  2. Rapat koordinasi guru dan karyawan
  3. Pembinaan
  4. Pembagian Tugas Administrasi

 

  1. Organisasi dan kelembagaan
  2. Koordinasi dan pembuatan usulan peraturan sekolah
  3. Pembuatan Program Kerja

 

  1. Sarana dan Prasarana
  2. Pengadaaan ruang kelas baru
  3. Pengadaaan ruang perpustakaan
  4. Pendataan kebutuhan, pembuatan dan pengajuan proposal, melengkapi sarana dan prasarana
  5. Pengadaan dan Perbaikan komputer dan printer

 

  1. Ketenagaan
  2. Penyusunan program kehumasan
  3. Sosialisasi pola kerjasama
  4. Pengajuan tambahan tenaga pendukung

 

  1. Pembiayaan dan pendanaan
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan sekolah
  3. Meningkatkan prestasi siswa dan sekolah
  4. Pembuatan program kerjasama dengan pihak lain
  5. Peningkatan kerjasama dengan stakeholder
  6. Penyusunan RKAS

 

  1. Peserta Didik
  2. Pelaksanaan penerimaan siswa baru
  3. Meningkatkan kualitas penanganan siswa yang bermasalah
  4. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler

 

  1. Peran serta Masyarakat
  2. Mengundang semua orang tua siswa
  3. Membentuk pengurus komite sekolah
  4. Sosialisasi program sekolah
  5. Menciptakan hubungan yang harmonis antara komite dan sekolah
  6. Melibatkan komite dalam program-program sekolah
  7. Pertemuan dengan komite
  8. Menjalin kerjasama dengan lembaga masyarakat

 

  1. Lingkungan dan Budaya Sekolah
    1. Selesainya Pembuiatan taman sejkolah
    2. Tertanamkan kesadaran perlunya keterlibatan masyarakat dan warga sekolah untuk terciptanya lingkungan yang aman.

 

 

  1. JADWAL KEGIATAN

Jadwal adalah alokasi waktu suatu program dan kegiatan tertentu yang akan dilaksanakan. Tujuan penyusunan jadwal program dan kegiatan ini adalah untuk mempermudah pelaksana dalam menentukan urutan kegiatan dan mengatur penggunaan sumberdaya dan dana yang dimiliki sekolah/madrasah. Dengan demikian alur kegiatan dan keuangan sekolah/madrasah dapat dikontrol dengan lebih efektif.

Berikut ini kami tampilkan kegiatan sekolah:

 

 

 

 

 

 

 

 

TABEL JADWAL KEGIATAN

 

NO. SASARAN PROGRAM SEMESTER 1 SEMESTER 2
1 Kurikulum dan Pembelajaran Pembuatan KTSP, Silbabus dan RPP

 

2 Kurikulum dan Pembelajaran Peningkatan kompetensi guru
3 Kurikulum dan Pembelajaran Pengadaan (penggantian) buku Pelajaran
4 Kurikulum dan Pembelajaran Standar ideal jam mengajar
5 Kurikulum dan Pembelajaran Penambahan buku-buku yang menarik  
6 Kurikulum dan Pembelajaran Penugasan studi literatur di perpustakaan
7 Guru Peningkatan kompetensi guru
8 Guru Standar ideal jam mengajar  
9 Perpustakaan Sosialisasi peraturan sekolah kepada guru dan karyawan  
10 Administrasi dan Manajemen Sekolah Sosialisasi peraturan sekolah kepada guru dan karyawan  
11 Administrasi dan Manajemen Sekolah Rapat Pembinaan
12 Organisasi dan Kelmabagaan Pembuatan usulan peraturan
13 Organisasi dan Kelmabagaan Pembuatan program kerja
14 Sarana dan Prasarana Pembangunan Ruang Kelas Baru  
15 Sarana dan Prasarana Pembangunan Ruang Perpustakaan  
16 Sarana dan Prasarana Pengadaan perabot pengganti
17 Sarana dan Prasarana Perbaikan perabot rusak  
Pendataan, pembuatan, pengajuan proposal dan pengadaan sarana dan prasarana laboratorium IPA
18 Sarana dan Prasarana Pengajuan dan pemasangan jaringan internet dan pengawasan dalam penggunaannya.  
19 Sarana dan Prasarana Pendataan, pengajuan, pengadaaan, dan perawatan printer dan computer  
20 Ketenagaan Pembuatan program kehumasan
21   Sosialisasi pola kerjasama  
22 Pembiayaan dan pendanaan

 

Penyusunan RKAS  
23 Pembiayaan dan pendanaan Menjalin kerjasama dengan stakeholder
24 Pembiayaan dan pendanaan Komunikasi yang intensif dengan stakeholder  
25 Pembiayaan dan pendanaan Kesejahteraan pegawai khususnya TKS
32 Peserta didik Pelaksanaan penerimaan siswa baru
33 Peserta didik Meningkatkan kualitas penanganan siswa yang bermasalah
34 Peserta didik Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler
36 Peran serta Masyarakat Sosialisasi program sekolah dan peran komite
37 Peran serta Masyarakat Menciptakan hubungan yang harmonis dengan komite
38 Peran serta Masyarakat Mengikutsertakan komite dalam menjalankan program sekolah
39 Peran serta Masyarakat Pertemuan dengan komite sekolah
40 Peran serta Masyarakat Kerjasama dengan lembaga masyarakat
41 Lingkungan dan Budaya Sekolah Pembuatan taman sejkolah
42 Lingkungan dan Budaya Sekolah Menanamkan kesadaran perlunya keterlibatan masyarakat dan warga sekolah untuk terciptanya lingkungan yang aman.

 

  1. PENANGGUNG JAWAB

Setelah program dirumuskan, maka perlu ditentukan siapa penanggung jawab program. Penanggung jawab program adalah perseorangan yang ditunjuk untuk mengkoordinir pelaksanaan program sesuai dengan bidangnya.

Berikut ini kami uraikan mengenai penanggung jawab tiap program sekolah yang akan dilaksanakan:

 

TABEL PENANGGUNG JAWAB PROGRAM

 

NO. PROGRAM PENANGGUNG JAWAB
1 Pembuatan KTSP, Silbabus dan RPP

 

Kepala Sekolah dan Urusan Kurikulum
2 Peningkatan kompetensi guru Kepala Sekolah
3 Pengadaan (penggantian) buku Pelajaran Kepsek dan Urusan Sarana dan prasrana
4 Standar ideal jam mengajar Kepala Sekolah dan Wakasek
5 Penambahan buku-buku yang menarik Urusan kurikulum dan Sarpras
6 Penugasan studi literatur di perpustakaan Semua Guru
7 Peningkatan kompetensi guru Kepala Sekolah
8 Standar ideal jam mengajar Wakasek dan Urusan Kurikulum
9 Sosialisasi peraturan sekolah kepada guru dan karyawan Kepala Sekolah
10 Sosialisasi peraturan sekolah kepada guru dan karyawan Kepala Sekolah
11 Rapat Pembinaan Wakasek dan Urusan kesiswaan
12 Pembuatan usulan peraturan Kepala Sekolah
13 Pembuatan program kerja Kepsek dan semua urusan
14 Pembangunan Ruang Kelas Baru Kepsek
15 Pembangunan Ruang Perpustakaan Kepsek dan Wakasek
16 Pengadaan perabot pengganti Urusan  Sarana
17 Perbaikan perabot rusak Urusan sarana
18 Pendataan, pembuatan, pengajuan proposal dan pengadaan sarana dan prasarana laboratorium IPA Kepala Sekolah dan urusan sarana
Pengajuan dan pemasangan jaringan internet dan pengawasan dalam penggunaannya. Kepala Sekolah dan urusan sarana
19 Pendataan, pengajuan, pengadaaan, dan perawatan printer dan komputer Wakasek dan urusan sarana
Pembuatan program kehumasan Urusan humas
Sosialisasi pola kerjasama Kepala sekolah dan urusan humas
Penyusunan RKAS Kepala Sekolah dan Bendara BOS
20 Menjalin kerjasama dengan stakeholder Urusan humas
Komunikasi yang intensif dengan stakeholder Urusan humas
Kesejahteraan pegawai khususnya TKS Kepsek dan Bendahara BOS
21 Pelaksanaan penerimaan siswa baru Urusan  Kesiswaan
Meningkatkan kualitas penanganan siswa yang bermasalah Wali Kelas, dan Urusan Kesiswaan
22 Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Guru Pembina Ekstrakurikulet, Urusan Kesiswaa dan OSIS
23 Sosialisasi program sekolah dan peran komite Kepsek danUrusan Humas
Menciptakan hubungan yang harmonis dengan komite Urusan  Humas
Mengikutsertakan komite dalam menjalankan program sekolah Urusan Humas
24 Pertemuan dengan komite sekolah Kepsek dan  Humas
25 Kerjasama dengan lembaga masyarakat Wakasek Humas
Pembuatan taman sekolah Wakasek Humas dan Sarana
26 Menanamkan kesadaran perlunya kterlibatan masyarakat dan warga sekolah untuk terciptanya lingkungan yang aman. Urusan Kesiswaan,  Kaur TU

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB  VI

PENUTUP

 

 

 

  1. Simpulan
  2. Keberhasilan dan kelancaran suatu kegiatan diperlukan sarana penunjang yang lengkap, perencanaan yang matang dan pembagian     tugas yang jelas.
  3. Agar semua hambatan yang mungkin timbul dapat dikurangi semaksimal mungkin diperlukan pengawasan dan pembinaan yang  baik disertai rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi dari  seluruh aparat pelaksana.
  4. Pengumpulan data yang akurat dan ketelitian dalam setiap melaksanakan tugas sangat diperlukan guna penyusunan  laporan yang cepat dan tepat.

 

  1. Saran
    1. Diharapkan dengan adanya program kerja ini dapat mewujudkan suatu mekanisme kerja yang harmonis , efektif dan efesien sehingga dapat menunjang ketercapaian sasaran yang diharapkan.
    2. Apabila setiap pelaksana yang terkait didalam kegiatan ini memahami aturan yang telah ditetapkan ,Insya Allah rencana kerja yang diprogramkan akan tercapai dengan baik.

 

 

 

Iklan
 

Contoh Kartu Soal

Filed under: PEMBELAJARAN — biyot @ 3:40 pm

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

 

Menguraikan hakikat, hukum dan kelembagaan HAM

 

 

Buku Acuan / Referensi:

 

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • UU No. 39 Tahun 1999
 
 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

No. Soal
Deskripsi Soal

 

 

Undang-undang RI yang mengatur tentang Hak Azasi Manusia adalah….

  1. UU No. 8 Tahun 1981
  2. UU No. 5 Tahun 1998
  3. UU No. 39 Tahun 1999
  4. UU No. 26 Tahun 2000

 

 

 

 

1

 

Konten/Materi

Dasar Hukum Penegakan HAM di Indonesia

Kunci Jawaban
C

 

Indikator Soal

Peserta Didik dapat mengidentifikasi dasar hukum penegakan HAM  di Indonesia

 

 
PEMBAHASAN :Instrumen HAM merupakan alat yang digunakan dalam menjamin perlindungan dan penegakkan HAM. Instrumen HAM bisa berwujud peraturan atau lembaga – lembaga. Di negara kita dalam era reformasi sekarang ini, upaya untuk menjabarkan ketentuan hak asasi manusia telah dilakukan melalui amandemen UUD 1945 ke dua (Tahun 2000) dan diundangkannya UURI No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan meratifikasi beberapa konvensi internasional tentang HAM.

 

 

 

 

 

 

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

 

Menguraikan hakikat, hukum dan kelembagaan HAM

 

 

Buku Acuan / Referensi:

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • UU No. 39 Tahun 1999

 

 
 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

No. Soal
Deskripsi Soal

 

Berikut  yang merupakan tujuan dibentuknya Komnas HAM menurut UU RI No. 39 Tahun 1999 adalah ….

A.     menyelesaikan perkara HAM melalui cara konsultasi, negoisasi, konsiliasi dan penilaian ahli

B.     meningkatkan perlindungan dan penegakan hak asasi manusia guna berkembangnya pribadi manusia Indonesia

C.     mendukung penyelesaian pelanggaran HAM diserahkan sepenuhnya pada kesadaran   pelaku pelanggaran

D.     mengamati pelaksanaan HAM dan menyusun laporan hasil pengamatan tersebut

 

 

2

 

Konten/Materi

Lembaga-lembaga Perlindungan HAM di Indonesia

Kunci Jawaban
 

B

Indikator Soal

Peserta Didik  dapat memilih salah satu tujuan dibentuknya Komnas HAM

 

 
PEMBAHASAN :

UURI No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, yang didalamnya mengatur tentang Komnas HAM ( Bab VIII, pasal 75 s/d. 99) maka Komnas HAM yang terbentuk dengan Kepres tersebut harus menyesuaikan dengan UURI No.39 Tahun 1999. Komnas HAM bertujuan :

a.    membantu pengembangan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia.

b.    meningkatkan perlindungan dan penegakan  hak asasi manusia guna berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampuan berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan.

 

 

 

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan kasus pelanggaran dan upaya penegakkan HAM

 

 

 

Buku Acuan / Referensi:

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • UU No. 39 Tahun 1999
 

 

 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

No. Soal
Deskripsi Soal

 

Kejadian yang menimpa Samuel Kristian bocah 6 tahun asal Magetan. Bocah ini harus rela dioperasi karena kekerasan yang dilakukan ayah tirinya padanya. Ayah tiri bocah ini tanpa belas kasih menyiram anaknya tersebut dengan air keras serta memaksa anak tersebut untuk minum air aki sehingga tidak hanya kulit bagian luar saja yang mengalami luka bakar tetapi juga mulut, hidung, rahang, dagu dan tenggorokan

Sumber : Liputan 6 Malam SCTV, Kamis (10/7/2014)

 

Kejadian tersebut di atas merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM yang terjadi dilingkungan masyarakat yang menimpa anak-anak dalam hal… .

A.     Mewajibkan anak-anak untuk bersekolah

B.     Mempekerjakan anak-anak di bawah umur

C.     Melakukan eksploitasi anak-anak di bawah umur

D.     Melakukan penganiayaan atau kekerasan fisik terhadap anak

 

3

 

Konten/Materi

Kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia

Kunci Jawaban
 

D

Indikator Soal

Disajikan peristiwa peristiwa nyata pada anak, peserta Didik  dapat menunjukkan contoh kasus pelanggaran HAM di lingkungan masyarakat yang menimpa anak-anak

 

 
PEMBAHASAN :

Fenomena lain yang juga mengundang keprihatinan kita dalam kehidupan sehari – hari kita menyaksikan banyak anak (dibawah umur 18 tahun) harus bekerja mencari uang, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya maupun untuk membantu keluarganya. Ada yang menjadi pengamen di jalanan, menjadi buruh, bahkan dieksploitasi untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak patut. Mereka telah kehilangan kebebasan sebagai anak untuk menikmati masa kanak-kanak (masa bermain) maupun untuk mengembangkan potensinya , karena terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah.

 

 

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

 

Menghargai  upaya perlindungan HAM

 

 

Buku Acuan / Referensi:

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • UU No. 39 Tahun 1999
 
 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

No. Soal
Deskripsi Soal

Di bawah ini adalah kegiatan yang termasuk upaya perlindungan HAM, kecuali….

A.     Melaksanakan peradilan bagi pelanggar HAM oleh masyarakat

B.     Kegiatan belajar bersama, berdiskusi untuk memahami pengertian HAM;

C.     Menghormati hak orang lain, baik dalam keluarga, kelas, sekolah, pergaulan, maupun masyrakat;

D.     Bertindak dengan mematuhi peraturan yang berlaku di keluarga, kelas, sekolah, OSIS, masyarakat, dan kehidupan bernegara

 

 

4

 

Konten/Materi

Peranan lembaga-lembaga perlindungan HAM di Indonesia

Kunci Jawaban
 

A

Indikator Soal

Peserta didik dapat menemukan dua kegiatan yang termasuk upaya perlindungan HAM

 

 
PEMBAHASAN :

Menghargai upaya perlindungan HAM dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan untuk mencegah terjadinya pelanggaran HAM. Berbagai kegiatan yang dapat dimasukan dalam upaya perlindungan HAM antara lain, misalnya:

  1. Kegiatan belajar bersama,  berdiskusi untuk memahami pengertian HAM;
  2. Mempelajari peraturan perundang – undangan mengenai HAM maupun peraturan hukum pada umumnya, karena peraturan hukum yang umum pada dasarnya juga telah memuat jaminan perlindungan HAM;
  3. Memepelajari tentang peran lembaga – lembaga perlindungan HAM, seperti Komnas HAM, Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA), LSM, dan seterusnya;
  4. Memasyarakatkan tentang  pentingnya memahami HAM dan melaksanakannya, agar kehidupan bersama menjadi tertib, damai dan sejahtera kepada lingkungan masing – masing;
  5. Menghormati hak orang lain, baik dalam keluarga, kelas, sekolah, pergaulan, maupun masyrakat;
  6. Bertindak dengan mematuhi peraturan yang berlaku di keluarga, kelas, sekolah , OSIS, masyarakat, dan kehidupan bernegara;

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

 

Menghargai  upaya perlindungan HAM

 

 

 

Buku Acuan / Referensi:

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • UU No. 39 Tahun 1999
 
 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

No. Soal
Deskripsi Soal

 

 

 

 

 

 
Amati gambar di atas yang menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam penegakan HAM. Upaya lain penegakan HAM juga dapat melalui jalur pengadilan salah satunya adalah….

  1. Memepelajari tentang peran lembaga – lembaga perlindungan HAM, seperti Komnas HAM, Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA), LSM, dan seterusnya;
  2. Memasyarakatkan tentang  pentingnya memahami HAM dan melaksanakannya, agar kehidupan bersama menjadi tertib, damai dan sejahtera kepada lingkungan masing – masing;
  3. Menghormati hak orang lain, baik dalam keluarga, kelas, sekolah, pergaulan, maupun masyrakat;
  4. Kewenangan memeriksan dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat tersebut di atas oleh Pengadilan HAM tidak berlaku bagi pelaku yang berumur di bawah 18 tahun pada saat kejahatan dilakukan

 

5

 

Konten/Materi

Upaya pemerintah dalam perlindungan HAM

Kunci Jawaban
D

 

Indikator Soal

Disajikan gambar  tentang diskusi upaya prlindungan HAM peserta didik dapat mengidentifikasi upaya pemerintah dalam perlindungan HAM

 

 
PEMBAHASAN :

Upaya penegakan HAM melalui jalur yaitu Pengadilan HAM, mengikuti ketentuan-ketentuan antara lain, sebagai berikut:

1.        Kewenangan memeriksan dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat tersebut di atas oleh Pengadilan HAM tidak berlaku bagi pelaku yang berumur di bawah 18 tahun pada saat kejahatan dilakukan.

2.      Terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang terjadi sebelum diundangkan UURI No.26 Tahun 2000, diperiksa dan diputus oleh Pengadilan HAM ad hoc. Pembentukan Pengadilan HAM ad hoc diusulkan oleh DPR berdasarkan pada dugaan telah terjadinya pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang dibatasi pada tempat dan waktu perbuatan tertekan

3.      ntu (locus dan tempos delicti ) yang terjadi sebelum diundangkannya UURI No. 26 Tahun 2000.

4.      Agar pelaksanaan Pengadilan HAM bersifat jujur, maka pemeriksaan perkaranya dilakukan majelis hakim Pengadilan HAM yang berjumlah 5 orang. Lima orang tersebut,  terdiri atas 2 orang hakim dari Pengadilan HAM yang bersangkutan dan 3 orang hakim ad hoc (diangkat di luar hakim karir).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

 

Menghargai  upaya perlindungan HAM

 

 

Buku Acuan / Referensi:

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • UU No. 39 Tahun 1999
 

 

 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

No. Soal
Deskripsi Soal

Amir dengan teman sebangkunya terlibat diskusi untuk mengidentifikasi kegiatan yang mencerminkan menghargai upaya penegakan HAM, dan selanjutnya menghasilkan keputusan sebagai berikut :

1.    Memberikan informasi kepada aparat penegak hukum bila terjadi pelanggaran HAM

2.    Agar pelaksanaan Pengadilan HAM bersifat jujur

3.    Dalam rangka memperoleh kebenaran faktual, maka  para korban dan saksi dijamin perlindungan fisik dan mental dari ancaman, gangguan, teror dan kekerasan

4.    Kewenangan memeriksan dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat tersebut di atas oleh Pengadilan HAM tidak berlaku bagi pelaku yang berumur di bawah 18 tahun pada saat kejahatan dilakukan

Dari hasil diskusi tersebut di atas yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam menghargai upaya penegakan HAM ditunjukkan oleh nomor….

A.       1

B.        2

C.        3

D.       4

6

 

Konten/Materi

Bentuk-bentuk partisipasi msyarakat dalam ikut penegakan HAM

Kunci Jawaban
 

A

Indikator Soal

Disajikan hasil diskusi, peserta didik dapat menentukan contoh partisipasi masyarakat dalam ikut penegakan HAM

 

 
PEMBAHASAN :

Beberapa contoh kegiatan yang dapat dimasukan menghargai upaya penegakan HAM, antara  lain :

1.      Membantu dengan menjadi saksi dalam proses penegakan HAM;

2.      Mendukung para korban untuk memperoleh restitusi maupun kompensasi.

3.      Tidak mengganggu jalannya persidangan HAM di Pengadilan HAM;

4.      Memberikan informasi kepada aparat penegak hukum bila terjadi pelanggaran HAM;

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

 

Menguraikan pentingnya kemerdekaan mengemu kakan

pendapat secara bebas dan  bertanggung jawab

 

 

Buku Acuan / Referensi:

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • Undang-Undang No. 9 Tahun 1998
 
 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

No. Soal
Deskripsi Soal

 

Undang-Undang Dasar 1945 memberikan jaminan terhadap kemerdekaan menemukakan pendapat. Jaminan tersebut tertuang dalam……

A.     pasal 27

B.     pasal 28

C.     pasal 29

D.     pasal 30

 

 

 

 

7

 

Konten/Materi

Landasan hukum kemerdekaan mengemukakan pendapat

Kunci Jawaban
 

B

Indikator Soal

Peserta didik dapat mengidentifikasi dasar hukum kemerdekaan mengemukakan pendapat yang terdapat dalam UUD 1945

 
PEMBAHASAN :

Dalam kehidupan negara Indonesia, seseorang yang mengemukakan pendapatnya atau mengeluarkan pikirannya dijamin secara konstitusional. Hal itu dinyatakan dalam UUD 1945, Pasal 28, bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. Jaminan konstitusional dalam UUD 1945 juga menyatakan, bahwa kebebasan mengeluarkan pendapat juga merupakan bagian dari hak asasi manusia (Pasal 28 E (3)).

 

 

 

 

 

 

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

Menguraikan pentingnya kemerdekaan mengemu kakan pendapat secara bebas dan  bertanggung jawab

 

 

 

Buku Acuan / Referensi:

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • Undang-Undang No. 9 Tahun 1998
 
 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

No. Soal
Deskripsi Soal

 

 

 

 

 

 
Perhatikan gambar di atas yang merupakan bentuk penyampaian pendapat dimuka umum adalah ….

A.     unjuk rasa ,pawai, diskusi, rapat umum

B.     pawai, unjuk rasa, rapat umum , mimbar bebas

C.     dialog, demontrasi, pawai , rapat

D.    ceramah, dialog, diskusi, pawai

8

 

Konten/Materi

Bentuk-bentuk menyampaikan pendapat dimuka umum

Kunci Jawaban
B

 

Indikator Soal

Disajikan gambar tentang demonstrasi peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk menyampaikan pendapat dimuka umum

 
PEMBAHASAN :

 

Menyampaikan pendapat di muka umum  dilakukkan dengan aksi atau demonstrasi, adalah rapat umum, Pawai mimbar bebas.

 

 

 

 

 

 

 

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

Menguraikan pentingnya kemerdekaan mengemu kakan pendapat secara bebas dan  bertanggung jawab

 

 

 

Buku Acuan / Referensi:

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • Undang-Undang No. 9 Tahun 1998
 

 

 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

No. Soal
Deskripsi Soal

 

Di bawah ini pentingnya  mengemukakan pendapat  dilandasi kebebasan yang  bertanggung jawab kecuali  …

A.     menjaga keutuhan, persatuan  dan kesatuan bangsa

B.     menjaga keamanan dan ketertiban

C.     menjaga kepen tingan kelompok/etnis tertentu

D.    menghormati hak dan kebebasan orang

9

 

Konten/Materi

Tata cara mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab

Kunci Jawaban
 

C

Indikator Soal

Peserta didik dapat Tata cara mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab

 

 
PEMBAHASAN :

Arti pentingnya  mengemukakan pendapat  dilandasi kebebasan yang  bertanggun

1.      Kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggungjawab dimaksudkan untuk mewujudkan kebebasan yang bertanggung jawab sebagai salah satu pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

2.      Kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab dimaksudkan utk mewujudkan perlindungan hukum yang konsisten dan berkesinambungan dalam menjamin kemerdekaan menyampaikan pendapat.

3.      Kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab dimaksudkan utk mewujudkan iklim yang kondusif bagi berkembangnya partisipasi dan kreatifitas setiap warga negara sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi.

4.      Kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggungjawab dimaksudkan untuk menempatkin tanggung jawab sosial kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, tanpa mengabaikan kepentingan perorangan atau kelompo

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

Mengaktualisasikan kemerdekaan mengeluarkan pendapat secara bebas dan bertanggungjawab

 

 

 

Buku Acuan / Referensi:

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • Undang-Undang No. 9 Tahun 1998
 
 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

No. Soal
Deskripsi Soal

Doni ikut terlibat dalam setiap upaya penyampaian pendapat dalam setiap kebijakan di wiilayahnya. Keikutsertaan Doni dilakukan melalui komunikasi massa dengan media cetak yaitu ….

A.      Koran dan majalah

B.      Majalah dan televisi

C.      Koran dan telpon

D.     Telpon dan radio

 

 

 

 

 

 

 

 

Konten/Materi

Kebebasan mengeluarkan pendapat di lingkungan sekolah isecara Bertanggung jawab

Kunci Jawaban
 

 

Indikator Soal

Peserta didik dapat mengidentifikasi Bentuk-bentuk saluran komunikasi moderen

 

 
PEMBAHASAN :

Bentuk-bentuk saluran komunikasi moderen itu antara lain:

  • Saluran komunikasi antarpribadi, seperti telepon (baik melalui kabel maupun non-kabel, seperti hand phone), faksimile, dan surat elektronik (e-mail) melalui internet.
  • Saluran komunikasi massa, meliputi dua macam, yaitu media massa cetak dan media massa elektronik. Media massa cetak meliputi: koran, majalah, jurnal, buku, dan terbitan berkala lainnya, seperti liflet, selebaran, buletin, dan sebagainya. Adapun media massa elektronik, mencakup radio, televisi, dan internet

 

 

 

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

Menguraikan hakikat, hukum dan kelembagaan HAM

 

 

 

Buku Acuan / Referensi:

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • UU No. 39 Tahun 1999
 
 

 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

 
No. Soal
Deskripsi Soal

Jelaskan 3 fungsi Komnas HAM !

 
1

 

 
Konten/Materi

Peranan/fungsi Komnas HAM

Kunci Jawaban  
 

1) Fungsi pengkajian dan penelitian.

Untuk melaksanakan fungsi ini, Komnas HAM berwenang antara lain:

a)      melakukan pengkajian dan penelitian berbagai instrumen internasional dengan tujuan memberikan saran – saran mengenai kemungkinan aksesi dan atau ratifikasi.

b)     melakukan pengkajian dan penelitian berbagai peraturan perundang-undangan untuk memberikan rekomendasi mengenai pembentukan, perubahan dan pencabutan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hak asasi manusia.

2)   Fungsi penyuluhan.

Dalam rangka pelaksanaan fungsi ini, Komnas HAM berwenang:

a)    menyebarluaskan wawasan mengenai hak asasi manusia kepada masyarakat Indonesia.

b)   meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak asasi manusia melalui lembaga pendidikan formal dan non formal serta berbagai kalangan lainnya.

c)     kerjasama dengan organisasi, lembaga atau pihak lain baik tingkat nasional, regional, maupun internasional dalam bidang hak asasi manusia.

3)     Fungsi pemantauan.

Fungsi ini mencakup  kewenangan antara lain:

a)    pengamatan pelaksanaan hak asasi manusia dan penyusunan laporan hasil pengamatan tersebut.

b)   penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang timbul dalam masyarakat yang patut diduga terdapat pelanggaran hak asasi manusia.

c)    pemanggilan kepada pihak pengadu atau korban  maupun pihak yang diadukan untuk dimintai atau didengar  keterangannya.

d)   pemanggilan saksi untuk dimintai dan didengar kesaksiannya, dan kepada saksi pengadu diminta menyerahkan bukti yang diperlukan.

e)    peninjauan di tempat kejadian dan tempat lainnya yang dianggap perlu.

f)      pemanggilan terhadap pihak terkait untuk memberikan keterangan secara tertulis atau menyerahkan dokumen yang diperlukan sesuai dengan aslinya dengan persetujuan Ketua Pengadilan.

g)    pemeriksaan setempat terhadap rumah, pekarangan, bangunan dan tempat lainnya yang diduduki atau dimiliki pihak tertentu dengan persetujuan Ketua Pengadilan.

h)   pemberian pendapat berdasarkan persetujuan Ketua Pengadilan terhadap perkara tertentu yang sedang dalam proses peradilan, bilamana dalam perkara tersebut terdapat pelanggaran hak asasi manusia dalam masalah publik dan acara pemeriksaan oleh pengadilan yang kemudian pendapat Komnas HAM tersebut wajib diberitahukan oleh hakim kepada para pihak.

4)   Fungsi mediasi.

Dalam melaksanakan fungsi mediasi Komnas HAM berwenang untuk melakukan :

a)    perdamaian kedua belah pihak.

b)   penyelesaian perkara melalui cara konsultasi, negosiasi, konsiliasi, dan penilaian ahli.

c)    pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa   melalui pengadilan.

d)   penyampaian rekomendasi atas sesuatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada Pemerintah untuk ditindaklanjuti penyelesaiannya.

e)    penyampaian rekomendasi atas suatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada DPR RI untuk ditindaklanjuti.

 

Indikator Soal

Peserta didik dapat menjelaskan 3 fungsi Komnas HAM

 

 
PEDOMAN PENSKORAN

 

 
Kunci Jawaban Skor  
1.  Fungsi pengkajian dan penelitian.

Untuk melaksanakan fungsi ini, Komnas HAM berwenang antara lain:

a.    melakukan pengkajian dan penelitian berbagai instrumen internasional dengan tujuan memberikan saran – saran mengenai kemungkinan aksesi dan atau ratifikasi.

b.    melakukan pengkajian dan penelitian berbagai peraturan perundang-undangan untuk memberikan rekomendasi mengenai pembentukan, perubahan dan pencabutan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hak asasi manusia.

2. Fungsi penyuluhan.

Dalam rangka pelaksanaan fungsi ini, Komnas HAM berwenang:

a.    menyebarluaskan wawasan mengenai hak asasi manusia kepada masyarakat Indonesia.

b.    meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak asasi manusia melalui lembaga pendidikan formal dan non formal serta berbagai kalangan lainnya.

c.    kerjasama dengan organisasi, lembaga atau pihak lain baik tingkat nasional, regional, maupun internasional dalam bidang hak asasi manusia.

3.      Fungsi mediasi.

Dalam melaksanakan fungsi mediasi Komnas HAM berwenang untuk melakukan :

a.    perdamaian kedua belah pihak.

b.    penyelesaian perkara melalui cara konsultasi, negosiasi, konsiliasi, dan penilaian ahli.

c.    pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa   melalui pengadilan.

d.    penyampaian rekomendasi atas sesuatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada Pemerintah untuk ditindaklanjuti penyelesaiannya.

e.    penyampaian rekomendasi atas suatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada DPR RI untuk ditindaklanjuti.

1

 

1

 

1

 

1

 

1

1

1

1

 

1

1

1

1

1

 
 

Skor Maksimum

 

13  
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

Menghargai  upaya perlindungan HAM

 

 

Buku Acuan / Referensi:

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • UU No. 39 Tahun 1999

 

 
 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

 
No. Soal
Deskripsi Soal

Tuliskan 4 contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh setiap anggota masyarakat dalam upaya penegakan HAM !

 
2

 

 
Konten/Materi

Bentuk kegiatan menghargai upaya penegakan  HAM

Kunci Jawaban  
 

Beberapa contoh kegiatan yang dapat dimasukan menghargai upaya penegakan HAM, antara  lain :

1.        Membantu dengan menjadi saksi dalam proses penegakan HAM;

2.        Mendukung para korban untuk memperoleh restitusi maupun kompensasi.

3.        Tidak mengganggu jalannya persidangan HAM di Pengadilan HAM;

4.        Memberikan informasi kepada aparat penegak hukum bila terjadi pelanggaran HAM;

5.        Mendorong untuk dapat menerima cara rekonsiliasi melalui KKR kalau lewat jalan Peradilan HAM mengalami jalan buntu, demi menghapus dendam yang berkepanjangan yang dapat menghambat kehidupan yang damai dan harmonis dalam bermasyarakat.

 

Indikator Soal

Peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk kegiatan menghargai upaya penegakan HAM

 

 
PEDOMAN PENSKORAN

 

 
Kunci Jawaban Skor  
1.        Membantu dengan menjadi saksi dalam proses penegakan HAM;

2.        Mendukung para korban untuk memperoleh restitusi maupun kompensasi.

3.        Tidak mengganggu jalannya persidangan HAM di Pengadilan HAM;

4.        Memberikan informasi kepada aparat penegak hukum bila terjadi pelanggaran HAM;

5.        Mendorong untuk dapat menerima cara rekonsiliasi melalui KKR kalau lewat jalan Peradilan HAM mengalami jalan buntu, demi menghapus dendam yang berkepanjangan yang dapat menghambat kehidupan yang damai dan harmonis dalam bermasyarakat.

3

3

3

3

3

 
 

Skor Maksimum

 

15  
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2016/2017

Provinsi/Kota/Kabupaten : Sulawesi Barat/Polewali Mandar

 

 

Program Studi      :  ……………………………..                                                     Nama Penulis Soal :                              Satuan Kerja :

Mata Pelajaran    :  PKn/PPKn                                                                              1. Toyib                                                                                  SMP Negeri Rappang

Kelas                     :  VIII                                                                                         2. ……………………………..          

Kurikulum            :  KTSP-2006

 

KD – Kompetensi Dasar

Mengaktualisasikan kemerdekaan mengeluarkan pendapat secara bebas dan bertanggungjawab

 

Buku Acuan / Referensi:

  • Buku teks Pendidikan Kewarganegaraan: untuk SMP dan MTs Kelas VII
  • Buku UUD 1945
  • Undang-Undang No. 9 Tahun 1998
 

 

 

 

Pengetahuan/         Aplikasi                 Penalaran

Pemahaman

 
No. Soal
Deskripsi Soal

 
 

 

 

 

Dari empat buah gambar di atas yang menunjukkan saluran penyampaian pemndapat, diskripsikan 2 cara mengaktualisasikan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung   jawab !

 

 
3

 

 
Konten/Materi

Aktualisasi kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab

Kunci Jawaban  
 

Mengemukakan pendapat bagi setiap warga negara dapat dilakukan melalui berbagai saluran. Pada prinsipnya saluran itu dapat dibagi menjadi dua, yaitu saluran tradisional dan saluran moderen.

Saluran tradisional adalah saluran yang sejak dahulu kala sudah merupakan sarana komunikasi antar-manusia, baik secara pribadi maupun kelompok. Saluran-saluran komunikasi tradisional itu tidak memerlukan teknologi yang moderen. Contoh saluran komunikasi tradisional antara lain sebagai berikut.

  • Pertemuan antar-pribadi, misalnya ketika seseorang berkunjung ke rumah tetangganya, ketika seseorang bertemu teman atau sahabatnya di suatu tempat, atau ketika seseorang mengirim surat kepada temannya yang jauh.
  • Pertemuan atau forum umum yang dihadiri oleh orang cukup banyak, seperti rapat dan musyawarah yang dilakukan di sekolah, di kantor, di kampung, dan sebagainya. Forum umum ini  dapat juga berbentuk pawai, unjuk rasa, dan rapat umum di  lapangan  terbuka.

Adapun saluran atau sarana komunikasi moderen adalah saluran komunikasi yang menggunakan media dengan peralatan atau teknologi moderen. Saluran komunikasi moderen ini dapat dilakukan antarpribadi, tetapi dapat juga dilakukan secara bersama (menjangkau banyak orang). Bentuk-bentuk saluran komunikasi moderen itu antara lain:

  • Saluran komunikasi antarpribadi, seperti telepon (baik melalui kabel maupun non-kabel, seperti hand phone), faksimile, dan surat elektronik (e-mail) melalui internet.
  • Saluran komunikasi massa, meliputi dua macam, yaitu media massa cetak dan media massa elektronik. Media massa cetak meliputi: koran, majalah, jurnal, buku, dan terbitan berkala lainnya, seperti liflet, selebaran, buletin, dan sebagainya. Adapun media massa elektronik, mencakup radio, televisi, dan internet.

 

Indikator Soal

Disajikan gambar tentang saluran penyampaian pendapat peserta didik dapat mendiskripsikan cara mengaktualisasikan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab

 
PEDOMAN PENSKORAN

 

Kunci Jawaban Skor
Mengemukakan pendapat bagi setiap warga negara dapat dilakukan melalui berbagai saluran. Pada prinsipnya saluran itu dapat dibagi menjadi dua, yaitu saluran tradisional dan saluran moderen.

 

Saluran tradisional adalah saluran yang sejak dahulu kala sudah merupakan sarana komunikasi antar-manusia, baik secara pribadi maupun kelompok. Saluran-saluran komunikasi tradisional itu tidak memerlukan teknologi yang moderen.

Contoh saluran komunikasi tradisional antara lain sebagai berikut.

  • Pertemuan antar-pribadi, misalnya ketika seseorang berkunjung ke rumah tetangganya, ketika seseorang bertemu teman atau sahabatnya di suatu tempat, atau ketika seseorang mengirim surat kepada temannya yang jauh.
  • Pertemuan atau forum umum yang dihadiri oleh orang cukup banyak, seperti rapat dan musyawarah yang dilakukan di sekolah, di kantor, di kampung, dan sebagainya. Forum umum ini  dapat juga berbentuk pawai, unjuk rasa, dan rapat umum di  lapangan  terbuka.

 

Adapun saluran atau sarana komunikasi moderen adalah saluran komunikasi yang menggunakan media dengan peralatan atau teknologi moderen. Saluran komunikasi moderen ini dapat dilakukan antarpribadi, tetapi dapat juga dilakukan secara bersama (menjangkau banyak orang).

 

Bentuk-bentuk saluran komunikasi moderen itu antara lain:

  • Saluran komunikasi antarpribadi, seperti telepon (baik melalui kabel maupun non-kabel, seperti hand phone), faksimile, dan surat elektronik (e-mail) melalui internet.
  • Saluran komunikasi massa, meliputi dua macam, yaitu media massa cetak dan media massa elektronik. Media massa cetak meliputi: koran, majalah, jurnal, buku, dan terbitan berkala lainnya, seperti liflet, selebaran, buletin, dan sebagainya. Adapun media massa elektronik, mencakup radio, televisi, dan internet.
5

 

 

4

 

 

2

 

2

 

 

5

 

 

 

2

 

 

2

 

Skor Maksimum

 

22
 
 

 

 

Teknik Penulisan Soal Pilihan Ganda Maret 12, 2017

Filed under: PENDIDIKAN — biyot @ 8:58 am

Teknik Penulisan Soal Pilihan Ganda